9 Dec 2012

Apatah lagi sekadar kehidupan kita.

Dengan mendekati Ilahi, Kekosongan di dalam hati yang amat misteri itu akan terus terisi.

Rasa takut akan hilang, Rasa gundah akan sirna, Rasa gelisah akan reda, Rasa resah akan punah.

Yang ada hanyalah Ketenangan.

-Ketenangan seperti yang ditunjukkan Bilal Bin Rabah RA saat batu menghempap atas dadanya.

-Ketenangan seperti Suhaib Ar-Rumy RA saat mengorbankan seluruh harta pusakanya.

-Ketenangan yang ditunjukkan Bara' Bin Malik RA saat dia melemparkan dirinya ke kubu musuh.

-Ketenangan yang ditunjukkan oleh Rasulullah SAW, saat dia bersama Abu Bakr (berdua) di dalam Gua Tsur.

Walaupun ditahap hujung tanduk, ketenangan itu tetap wujud sebagai mana yang ditunjukkan oleh Khubaib ibn Adi RA, saat tubuhnya dilapah hidup-hidup oleh Abu Jahal. dan juga apa yang ditunjukkan oleh Ali Bin Abi Talib RA saat dia menggantikkan tempat tidur Rasulullah SAW.

APATAH LAGI SEKADAR KEHIDUPAN KITA.

Ketenangan, rasa selamat, rasa bahagia, rasa aman yang abadi ini, yang wujud saat dalam kesukaran dan kegelisahan yang tinggi ini, hanya akan didapati apabila kita betul-betul Rapat dengan ILAHI.
Inilah hakikatnya yang perlu kita mencarinya.

Dan pada ILAHI adalah tempat untuk kita menuntutnya !!!

Maka dekatilah Allah. 
Bukan dengan semata-mata di dalam solat dan ibadah kita di masjid, bukan semata-mata di dalam Qiam kita di tengah malam (Tahajud).
Tetapi ia perlu juga ada bila kita bersama masyarakat, bila bersama keluarga, bila di tempat belajar kita, di taman permainan kita, dan di taman rekreasi kita.

Mendekati ALLAH, tunduk kepadaNya, sepanjang masa ataupun seketika.
Kehidupan kita bersama, kita binaNya diatas apa yang diredhaiNya.




No comments: